SUARA DARI PULAU MARATUA "MESKI GERAK TERBATAS BERBAGI TANPA KENAL BATAS"
Assalamualaikum Wr. Wb... Hai.... sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan keceriaan. Kali ini saya akan menguraikan perjalanan singkat namun berat dan penuh tantangan selama akhir Oktober hingga pertengahan November ini. Saya adalah salah satu dari 30 Sahabat Rumah Belajar provinsi Kalimantan Timur tahun 2021. Sebuah predikat yang seolah menempel pada punggung saya, membawa saya untuk berjuang menyelesaikan serangkaian tugas yang menanti di hadapan saya.
Pada tanggal 22 Oktober, saya mendapat kabar bahwa saya telah lolos ke pembaTIK level 4. Sebuah pelatihan berskala nasional tentang pembelajaran berbasis TIK. Tertegun saya memandangi kelas level 4 yang sudah tertera nama saya di dalamnya. Rasa tidak percaya. Saya bukanlah seorang ahli TIK. Bukan pula guru yang mengukir banyak prestasi. Ditambah saya mengabdi di daerah 3T, yaitu di SDN 001 Payung-Payung, Kampung Payung-payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. Rasanya baru beberapa waktu lalu saya sekonyong-konyong menyelesaikan serangkaian tugas akhir di pembaTIK level 3 yaung cukup menguras waktu dan tenaga. Sekarang saya di depan pintu level 4. Satu pertanyaan dalam benak saya "Apa yang harus saya lakukan? Melangkah maju, atau tidak melakukan apapun?"
Semalaman saya berpikir mengenai keputusan saya. Hingga pada akhirnya saya beranikan diri ungkapkan kepada suami tentang apa yang saya dapati, masuk kelas level 4 pembaTIK 2021. Pagi harinya, sembari sarapan, saya membuka obrolan kepada suami tentang hal ini. Diluar dugaan saya, suami mendukung dan menyilakan saya untuk melaksanakan serangkaian tugas di pembaTIK level 4. Saya kembali tertegun. Pernyataan beliau justru membuat saya gemetar. Bisakah saya melangkah?
Kemudian, sore harinya baru saya memantapkan niat untuk mengikuti pembaTIK level 4 ini. Sembari menghela nafas panjang, saya ucapkan bismillah, dan mengunggah twibbon pembaTIK level 4 ke akun sosial media saya.
Twibbon Pembatik Level 4 2021
Beberapa hari kemudian saya memesan banner untuk sosialisasi tatap muka. Agak khawatir banner ini akan lama tiba, karena saya pesan melalui marketplace, owner dari Jawa. Tapi alhamdulillah datang di saat yang tepat, sehari sebelum sosialisasi tatap muka pertama saya.
Banner Sosialisasi Tatap Muka 'Merdeka Belajar Bersama Portal Rumah Belajar"
Saya kemudian dimasukkan dalam sebuah grup Whattshap yang berisi para Sahabat Rumah Belajar Provinsi Kalimantan Timur, beberapa tim Pusdatin, dan para Duta Rumah Belajar Provinsi Kalimantan Timur sejak tahun 2018 hingga 2020. Jantung saya berdebar. Menciut lagi nyali saya untuk ikut berpartisipasi. Saya membayangkan betapa teman-teman SRB ini adalah para guru yang hebat dan terfasilitasi dengan baik dalam menyelenggarakan pembelajaran. Tidak seperti saya. Kembali saya tarik nafas panjang, berusaha untuk lebih tenang.
Pada tanggal 24 Oktober 2021, saya mulai memasuki kelas pembaTIK level 4. Saya melihat beberapa modul terpampang di sana. Saya mulai mengintip beberapa modul, dan membuka tugas akhir. Sesuai dengan namanya, Berbagi dan Bekolaborasi, level 4 ini mewajibkan peserta untuk membagikan ilmu yang diperoleh diintegrasikan dengan Portal Rumah Belajar kepada para guru di sekitar pengabdian, dan lebih luas kepada para guru di luar tempat tinggal secara daring.
Saya tertegun. Artinya saya harus membagikan sebuah ilmu tengtang pembelajaran berbasis TIK yang meliputi Portal, Web, Konten, dan aplikasi serta bagaimana implementasi dalam pembelajaran. Sementara kondisi di sini jaringan dan listrik masih belum stabil. Bahkan ada beberapa wilayah yang minim sekali terjamah jaringan dan listrik. Lalu bagaimana nanti saya akan menjelaskannya. Beberapa malam saya memikirkan hal ini. Hingga akhirnya saya benar-benar memutuskan untuk bersyukur dan berusaha melaksanakan tugas ini semampu saya. Setidaknya saya pernah berusaha menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK dengan memanfaatkan fitur Sumber Belajar pada Portal Rumah Belajar.
Di pembaTIK level 4 ini, tugas utama yang harus saya kerjakan diantaramya ; membuat vlog praktik baik pembelajaran memanfaatkan portal rumah belajar, membuat blog yang berisi serangkaian aktivitas yang dilakukan dalam pembaTIK level 4, mensosialisasikan Portal Rumah Belajar dan implementasinya baik secara daring maupun tatap muka dengan ketentuan minimal 50 peserta daring, dan 25 peserta tatap muka, kemudian mendokumentasikan dalam bentuk video.
Pada tanggal 26 Oktober 2021, saya mulai berkoordinasi dengan teman-teman SRB yang berdomisili di Kabupaten Berau. Kami 4 orang. Dua diantaranya berasal dari Kecamatan Biduk-biduk, satu dari kecamatan Sambaliung, dan saya sendiri dari Kecamatan Maratua. Kami terpisahkan jarak. Rasanya tidak mungkin untuk bersilaturahmi dalam waktu dekat mengingat jarak satu sama lain cukup jauh. Di sini saya bersyukur, dapat berkoordinasi dengan teman-teman, sekaligus mengetahui bahwa tidak semua peserta berangkat dari daerah yang murah akses.
Pada Tanggal 27 November, kami berempat membuat grup Whattsap. Dari sana, muncullah beragam ide tentang apa yang bisa kita lakukan bersama untuk mengerjakan tugas akhir pembaTIK level 4 ini. Akhirnya kami sepakat untuk mengadakan webinar lingkup kabupaten, berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, dan salah satu Duta Rumah Belajar Kalimantan Timur. Di hari itu juga, kami bagi teknis pelaksanaan dan penanggung jawabnya. Hanya kami ber empat yang bekerjasama. Tanpa harus tatap muka, dan dalam waktu yang sangat singkat. Ini luar biasa. Jika tanpa semangat dari masing-masing, kami tidak akan bisa menyepakati secepat ini.
Akhirnya pada tanggal 30 November kami mulai sebar flyer dan broadcast ke sosial media.
Flyer Webinar "Merdeka Belajar Bersama Portal Rumah Belajar"
Dan ini menjadi agenda pertama yang akan saya lakukan untuk memenuhi tugas akhir pembaTIK level 4. Webinar ini diselenggarakan pada tanggal 3 November 2021, bersamaan dengan Coaching PembaTIK level 4 hari pertama. Pagi harinya kami webinar, dilanjutkan coaching di siang harinya.
Flyer Coaching PembatTIK level 4 Provinsi Kalimantan Timur
Tanggal 3 November 2021 segera tiba. Alhamdulillah webinar yang kami agendakan berjalan dengan lancar dan sukses. Kami dapat merangkul setidaknya 60 lebih peserta yang berasal dari kabupaten Berau maupun dari luar Kabupaten Berau. Acara dimulai tepat pukul 09.00 WITA dan diakhiri pada pukul 12.00 WITA.
Siang harinya, coaching pun saya lalui dengan penuh semangat. Acara dimulai pada pukul 13.00. Saya mengikutinya dengan antusias. Dalam coaching hari pertama ini kami dikelompokkan menjadi 4 kelompok, kemudian diminta membuat tema masing-masing kelompok. Tema ini nantinya akan digunakan untuk tema webinar kelompok yang akan dipandu oleh tim pusdatin dan DRB. Masya Allah.... ternyata harus webinar lagi.
Dokumentasi Foto Coaching Hari Pertama
Selama coaching hari selanjutnya, jadwal diubah ke malam hari. Saya memantau perkembangan dan informasi melalui grup whattshap. Jaringan di sini kurang stabil saat malam jadi tidak bisa menyimak langsung, hanya melihat rekaman melalui youtube. Saya syukuri dan jalani dengan ikhlas dan penuh semangat. Sambil berharap semua tugas bisa terselesaikan dengan lancar dan baik.
Pada hari Jumat 5 Novembet 2021, dan Sabtu, 7 November 2021, saya mengeksekusi agenda sosialisasi tatap muka dengan sasaran 2 sekolah yaitu sekolah tempat saya mengajar, SDN 001 Payung-Payung, dan sekolah di kampung tetangga yaitu SDN 001 Bohe Silian.
Berikut ini adalah dokumentasi pada saat sosialisasi tatap muka bagian 1 :
Dokumentasi Foto Sosialisasi di SDN 001 Payung-Payung
Dokumentasi Foto Sosialisasi di SDN 001 Bohe Silian
Pada tanggal 5 November 2021, saya memberanikan diri mengirim pesan ke Pak Yahya, M.Kom, DRB tahun 2018 yang berasal dari Samarinda. Sebelumnya beliau sudah menawarkan apabila diantara SRB ada yang mau kolaborasi bersama beliau melalui live streaming youtube TV Edukasi. Saya tertarik untuk berkolaborasi dengan beliau, namun masih belum PD disiarkan di TV Edukasi. Kemudian saya bernegosiasi untuk mengadakan INSTAGRAM LIVE bersama beliau. Alhamdulillah beliau ACC. Kami sepakati tanggal, dan segera saya buat flyer.
Flyer INSTAGRAM LIVE Sharing Penting
Sejujurnya, saya belum pernah INSTAGRAM LIVE sebelumnya. Ini pengalaman pertama, dan saya langsung mengundamg DRB Kaltim 2018. Acara live tanggal 8 November 2021 yang berlangsung 60 menit itu tersaji dengan obrolan santai yang menarik untuk disimak. Membahas tentang Merdeka Belajar, Literasi Digital, Pembelajaran Berbasis TIK di daerah 3T, juga membahas tentang pengalaman saya dalam mengajar. INSTAGRAM LIVE tersebut dapat dilihat melalui link di bawah ini :
Agenda sosialisasi selanjutnya adalah webinar kelompok SRB. Kelompok ini kami beri nama BEKASAI (Berbagi dan Berkolaborasi Secara Inovatif) di Benua Etam dengan topik "Inovasi Sumber Belajar Wujudkan Merdeka Belajar". Webinar ini dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Oktober 2021. Saya berbagi tentang pembuatan konten video pembelajaran menggunakan aplikasi camtasia. Webinar ini diadakan pada sore hari, pukul 16.00 WITA - 18.00 WITA. Meskipun tidak bisa menarik banyak peserta, namun webinar ini terlaksana dengan sangat lancar. Flyer bernuansa pink ini kami sebar 3 hari sebelumnya. Di tanggal ini juga saya melakukan dua kegiatan lain yaitu pembuatan vlog "Praktik Baik Pembelajaran dengan Memanfaatkan Portal Rumah Belajar", dan sosialisasi tatap muka di SDN 001 Teluk Harapan.
Dokumentasi Flyer Webinar Bekasai "Inovasi Sumber Belajar Wujudkan Merdeka Belajar"
Di hari berikutnya, 10 November 2021, saya melakukan sosialisasi tatap muka ke SDN 001 Teluk Alulu. Sebuah sekolah yang letaknya di ujung Pulau Maratua. Sosialisasi tatap muka dua hari terakhir ini membawa cerita menarik karena saya menemui beberapa kendala salah satunya adalah cuaca hujan yang akhirnya menunda kegiatan lebih dari 2 jam.
Berikut ini adalah dokumentasi pada sosialisasi tatap muka bagian 2...
Sosialisasi di SDN 001 Teluk Harapan
Sosialisasi di SDN 001 Teluk Alulu
Di hari terakhir tugas dikumpulkan yaitu hari Kamis, 11 November 2021, saya masih harus menyelesaikan 2 agenda yaitu menyempurnakan vlog, dan live streaming youtube TV Edukasi bersama Pak Yahya, M.Kom, membahas tentang pembuatan video dengan camtasia.
Vlog yang saya buat ini mengenai Praktik Baik Pembelajaran Blended Learning dengan Menggunakan Aplikasi "Next Door Land". Aplikasi ini saya unduh melalui fitur peta budaya dalam portal rumah belajar. Aplikasi ini menyajikan edugame tentang kebudayaan nusantara yang tentu sangat diminati oleh siswa SD. Game menarik, komik dan konten dalam aplikasi yang dapat memotivasi siswa untuk belajar, serta ragam budaya yang disajikan akan menambah khasanah budaya siswa, untuk menumbuhkan literasi budaya pada era globalisasi ini.
Pada pukul 14.00 WITA saya menjadi narasumber di live streaming TV Edukasi Kaltim bersama Pak Yahya, M.Kom, DRB KALTIM 2018. Suatu kebanggaan terseniri bisa berkolaborasi dan satu frame dengan beliau, yang sangat menginspirasi para guru dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.
Dokumentasi Flyer LIVE STREAMING TV Edukasi KALTIM "Membuat Video dengan Camtasi"
Masya Allah... banyak sekali agenda yang sudah saya laksanakan selama kurang lebih dua minggu ini. Lelah itu pasti. Namun saya yakin keringat ini akan terbayar dengan bertambahnya para guru yang dapat berliterasi digital dengan memanfaatkan portal rumah belajar. Berbagi itu indah.... berkolaborasi membuat segala hal lebih berwarna. Mari tumbuhkan minat literasi digital dengan pemanfaatan Portal Rumah Belajar.
Belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja!
Merdeka belajarnya! Rumah Belajar portalmya! Majulah Indonesia!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar