Assalamualaikum... Wr. Wb. Haii... selamat pagi... gimana kabar sahabat semuanya hari ini? Semoga selalu bahagia ya...
Lama sekali ya saya tidak menggoreskan pena di sini. Alhamdulillah hari ini ada kemauan menulis lagi, dan bisa meluangkan sedikit waktu.
Tak terasa sudah ganti tahun ya. Biasanya di awal tahun masih pada semangat dan antusisas untuk menuntaskan misi-misi yang sudah dituliskan dalam daftar resolusi tahun baru. hehehe
Untuk tahun ini justru saya sedikit santai. Tidak mau menuliskan resolusi yang konkrit dan terstruktur. Cukup saya tanamkan pada diri saya keyakinan dan harapan baik tentang masa depan. Entah itu akan sukses menurut ukuran banyak orang atau tidak, serahkan saja kepada Sang Pencipta. Dengan seerti ini saya lebih nyaman dan tenang. Tidak terbebani dengan daftar resolusi yamg harus dipenuhi.
Kok bisa gini? Awalnya beberapa tahun lalu saya merasakan kegelisahan yang teranat sangat lantaran kehidupan sehari-hari yang berjalan lebih cepat dari kemampuan. Saya merasa selalu dikejar waktu. Selalu harus menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sesuai deadline yang saya buat sendiri. Hidup saya tidak tenang. Mau tidur saja sudah terbayang besok pagi mau melakukan apa.
Lalu saya membuka obrolan dengan suami mengenai hal ini. Satu pertanyaan yang membuat saya makin gelisah dan ingin segera mengubah pola. "Kapan terakhir ibuk merasa nyaman? Dan akankah ibuk merasakan kenyamanan dengan pola seperti ini?"
Saya merefleksi diri. Apa yang saya jalani selalu terstruktur. Hampir tidak ada spontanitas. Saya selalu terbebani dengan list rencana dan agenda, sekecil apapun kegiatannya. Maka setelahnya saya putuskan untuk mengubah. Saya plotkan aktivitas prioritas dan nonprioritas. Lalu saya mulai dengan menambah waktu istirahat dan santai. Hingga akhirnya saya merasa lebih nyaman.
Saya lebih peka terhadap perubahan yang ada pada lingkungan. Saya pun menyimpulkan, seiring perkembangan zaman, semua serba cepat, praktis, dan minimalis. Saya pun mulai mempelajari hidup minimalis. Memprioritaskan yang perlu, membuang yang tidak dibutuhkan. Dalam segala hal. Meski sedikit dan sederhana, semua yang ada saya utamakan. Saya cukupkan dengan selalu berusaha bersyukur.
Lalu setelahnya muncul lagi ilmu hidup yang sangat saya minati diantaranya stoikisme, dan slow living.
Masya Allah... manusia memang pembelajar seumur hidup. Selalu berproses dan berbprogres. Semoga selalu menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin...
JIka ada pengalaman sahabat yang relate denagn apa yang saya ceritakan di atas, share di kolom komentar yah...
Salam Literasi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar