Rabu, 19 Januari 2022

TERGELITIK DENGAN "BU, GAME ITU BISA MENGHASILKAN UANG LHO!"

 


"Bu, game itu bisa menghasilkan uang loh!". Seketika saya bergidik dan terkejut. Ternyata siswa kelas VI saya sejauh ini memahami. Bagaimana saya harus mengarahkan mereka?

Assalamualaikum Wr. Wb, sahabatku semuanya ... Bagaimana kabar hari ini? Semoga hujan yang bertubi-tubi di Januari ini tidak membuat semangat dan aura positif kita memudar ya...hehe.

Kali ini saya akan sedikit berbagi cerita interaksi saya dengan siswa saya, kelas VI SDN 001 Payung-Payung yang akan menarik untuk dibahas. Selama ini saya menerapkan pembelajaran di setiap kelas yang saya ampu dengan cara banyak berinteraksi. Satu waktu saya meminta mereka berdiskusi, melakukan sesuatu di kelas, atau mengerjakan tugas di bangku masing-masing. Tapi setiap pertemuan saya tidak bisa melewatkan aktivitas diskusi klasikal. Saya memberikan sebuah gagasan, dan memantik berbagai tanggapan dan jawaban mereka. Tujuannya agar pembelajaran lebih cair, bermakna, dan dari situlah saya memahami karakteristik siswa saya. Gagasan, cara penyampaian, gestur, dan wawasan mencerminkan gambaran karakter siswa. Di situ juga saya memberikan kesempatan pada setiap siswa saya untuk melatih kepekaan dan kepercayaan diri. 

Hari ini adalah hari yang cukup berkesan. Materi yang saya ajarkan tentang sesuatu yang sedang mereka alami, yaitu puberitas. Di awal pembelajaran, saya sudah terlebih dahulu menyampaikan bahwa materi ini sensitif bagi sebagian orang, namun esensial untuk saya berikan agar siswa dapat bersikap, berpola pikir, dan bertindak ke arah yang baik, bukan semata-mata bersifat informatif. Mereka mengangguk santai, sambil berusaha mencerna apa yang saya katakan.

Di semester 2 ini saya mengubah model pembelajaran PTMT yang tadinya blended learning menjadi fliped classroom. Hari sebelumnya saat daring siswa sudah mencari tau informasi tentang materi hari ini dari berbagai sumber di sekitar mereka. Di kelas saya tinggal memberikan konfirmasi dan tugas terkait materi yang sudah mereka gali sendiri. Ini sangat mengefisienkan pembelajaran PTMT.

Kemudian, saya mulai mengarahkan mereka ke tugas yaitu menjawab beberapa pertanyaan terkait ciri fisik masa puberitas dalam sebuah tabel. Mereka dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Tiba saatnya kami berdiskusi. Saya buka diskusi dengan menjabarkan beberapa ciri fisik puberitas. Kemudian mereka antusias menanggapi dan bertanya. Kelas menjadi riuh dan hidup. Suasana seperti ini justru yang saya inginkan di setiap kelas saya. Terjadi interaksi yang baik antara saya, siswa, dan media.

Lalu saya mengarahkan topik diskusi ke tips sukses menghadapi puberitas. Di sini ada satu hal menarik ketika saya menguraikan tentang salah satu tips yaitu mengembangkan hobi dan bakat ke arah yang positif. Saya menayai mereka satu per satu tentang hobi, dan saya mendapati jawaban yang beragam. Salah satu yang menarik minat saya adalah salah seorang siswa yang mengatakan hobinya adalah bermain game. Kemudian saya memberikan contoh positif dari pengembangan hobi dan bakat untuk masa depan. 

"Jika kalian hobi memasak, bisa dikembangkan dgn ikut ajang memasak, atau membuat konten. Hobi berenang dengan ikut lomba berenang atau membuat desain atribut berenang. Begitu juga dengan kalian yang hobi memancing. Jangan salah, memancing juga bisa dijadikan hobi yang bermanfaat salah satunya dengan membuat konten yang dapat diambil ilmunya oleh orang lain" Begitu kira-kira uraian saya.

Lalu, salah satu siswa mengangkat tangannya. "Bu, main game juga bisa menghasilkan uang loh!". Diiringi riuh tawa beberapa siswa lain.

Saya balas bertanya, "Oh ya? Bagaimana itu?".

Siswa tersebut menjelaskan dengan lugas "Jadi Bu, kalo kita suka main game, kan tau cara-caranya. Kita bisa buat konten di YouTube atau tiktok Bu. Konten game. Kalau banyak dilihat, kan bisa dapat uang juga."

Saya manggut-manggut sambil menghela nafas. Rupanya ada yang sampai sebegitu dalamnya memahami hal-hal seperti ini. Sejenak saya tersenyum sambil memutar otak. Kiranya apa hal positif yang bisa saya sampaikan dari gagasan siswa saya tersebut?.

"Nak, hobi main game itu tidak salah. Membuat konten itu pun tidak salah. Hobi bisa dikembangan dengan latihan dan membuat konten. Banyak orang melakukannya. Banyak pula yang berhasil. Namun, perlu kalian cermati. Setiap hal yang kita bagikan. Dalam bentuk ilmu, konten, atau sejenisnya, sekiranya kalian dapat melihat seberapa banyak manfaatnya untuk orang lain. Konten tarian misalnya. Ada yang hobi menari, membuat konten variasi gerakan tari kreasi baru. Kemudian dilihat banyak orang, bahkan dapat mengisnpirasi orang untuk membuat tarian. Maka konten itu bermanfaat. Jika konten game kalian buat, apakah kalian bisa memastikan orang yang melihat konten kalian akan dapat manfaat positif? Jika misalnya justru membuat beberapa orang mengalami hal negatif seperti kecanduan game misalnya, bagaimana? Dalam agama kita boleh dan dianjurkan meninggalkan jejak positif atau kebaikan untuk orang lain. Ilmu yang bermanfaat. Maka, bijaksana lah dalam menentukan pilihan, ya." Demikian uraian panjang yang saya sampaikan tadi. Sebagian besar siswa tertegun dan berpikir.

Semoga apa yang saya sampaikan di kelas hari ini menjadikan siswa saya pribadi yang cemerlang dan semakin baik. Semoga proses belajar mereka diiringi dengan banyak hal positif. Aamiin.

Sekian dulu ya, ceritanya. Sambung lagi di postingan selanjutnya. Jika dirasa bermanfaat, silakan share tulisan ini ke teman-teman yang lain. Yuk berbagi kebaikan....


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sehat!

Salam literasi!





SAAT SEMUA SERBA MINIMALIS

Assalamualaikum... Wr. Wb. Haii... selamat pagi... gimana kabar sahabat semuanya hari ini? Semoga selalu bahagia ya...  Lama sekali ya saya ...