Bagaimana kabar sahabat semua? Semoga sehat dan semangat!
Pagi yang cerah ini saya ingin berbagi cerita tentang mading (majalah dinding) kelas VI. Awalnya saya punya keinginan kuat untuk menambah kemampuan literasi peserta didik. Saya punya gagasan membuat Mading sekolah. Saya memulai dengan kelas saya terlebih dahulu.
Awal ajaran baru 2022/2023 ini saya menawarkan projek mading kelas ke peserta didik. Mereka mulanya tidak antusias dan merasa enggan untuk membuat Mading. Edisi pertama saya luncurkan di bulan Juli. Masih sangat sederhana saat itu. Dengan memanfaatkan papan tulis bekas, saya minta peserta didik menulis karyanya pada selembar kertas, menyeleksinya dan meminta mereka bekerjasama menempelkan karyanya pada papan mading.
Pada edisi kedua bulan Agustus muncul ide membuat desain template mading dengan canva. Dengan diberikan template yang menarik ini rupanya peserta didik lebih antusias. Mereka menulis dengan sungguh-sungguh. Tiba di bulan Oktober saya mengadakan lomba naskah mading sebagai peringatan bulan bahasa. Betapa senangnya mereka mengetahui bahwa pemenang akan mendapatkan hadiah.
Mereka mengumpulkan naskah sesuai kategori yaitu naskah puisi, cerpen, pantun, dan reportase. Saya tidak membatasi jumlah naskah. Saking antusiasnya bahkan ada yang sampai mengirimkan 5 naskah untuk lomba ini.
Saya umumkan pemenang lomba pada 27 Oktober 2022. Dan akhirnya mading bukan bahasa ini bisa diluncurkan pada 2 November 2022. Agak terlambat tapi bukan masalah. Saya bersyukur peserta didik mau semangat menulis naskah.
Semoga upaya yang saya lakukan ini dapat meningkatkan minat baca tulis dan menambah wawasan. Saya juga berharap peserta didik dapat lebih mudah memahami isi bacaan dengan membiasakan membaca dan menulis.
Alhamdulillah akhirnya bisa kembali berselancar di dunia maya sambil selonjoran di kamar. Sejak tanggal 27 Oktober saya harus ke tempat tertentu untuk mendapatkan jaringan. Apakah kondisi ini juga berlaku di tempat sahabat? Apapun itu, semoga selalu tersenyum dan bahagia.
Sahabat, izinkan saya menceritakan sedikit pengalaman mengikuti program GMT (Google Master Trainer) Level 2 yang dilaksanakan di bulan September kemarin. Program ini merupakan kelanjutan dari GMT level 1.
Saya sebetulnya tidak sebegitu semangat saat ikut GMT level 1 karena GMT level 2 ini saya laksanakan saat sudah kembali bertugas mengajar di SDN 001 Payung-Payung. Saya takut kurang fokus karena kegiatan terbagi untuk mengajar, mengurus anak, dan kegiatan pembaTIK level 3. Namun ada seorang teman yang memotivasi saya untuk mendaftar. Dan saya pun tergabung sebagai peserta GMT Level 2 Batch 3.
Benar saja, saya kurang fokus. Dari 4 sesi sinkronus saya hanya mengikuti secara live sebanyak satu kali. Sisanya saya menonton rekaman streaming di youtube. Saya tetap optimis saya bisa lulus pada saat itu.
Hingga tiba saatnya pengimbasan. Di level 2 pengimbasan tidak dibatasi peserta, dan dianjurkan untuk mengimbaskan ke siswa. Alhamdulillahnya, saya bekerjasama dengan operator sekolah sudah mengusulkan akun belajar id milik peserta didik saya kelas VI sejumlah 8 siswa. Dan saya pun mengintegrasikan pengimbasan itu sedikit demi sedikit dalam pembelajaran. Awalnya saya ajak peserta didik untuk mengaktifkan akun belajar id. Kemudian saya memasukkan mereka ke classroom. Setelahnya saya mengenalkan jamboard. Peserta didik antusias dan semangat belajar dengan jamboard.
Lalu, saya berkolaborasi dengan teman dalam GMT level 1 mengadakan pengimbasan online berjudul "Optimalisasi Aplikasi Google di Sekolah"
Meski terdapat sedikit kendala di awal webinar, namun selebihnya berjalan lancar.
Beberapa hari setelah itu saya melaksanakan ujian. Lebih ke nekat sebenarnya karena jaringan sedang bermasalah saat itu.
Saya mengawali ujian di sekolah pada siang hari setelah Zuhur. Kemudian tiba-tiba jaringan hilang. Saya sampai harus mengejar jaringan di kantor kampung (WIFI satelit) untuk melanjutkannya. Sempat reload puluhan kali di ujian itu. Dari waktu 3 jam hanya tersisa 30 menit mengerjakan 35 soal. Dan Alhamdulillah, saya melepas peluh dengan senyuman atas kelulusan saya di GMT Level 2.
Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari pelatihan ini khususnya mengenai pemanfaatan Google Workspace for Education.
Lanjut level 3? Saya putuskan untuk tidak lanjut dulu mengingat saya sedang mengikuti pelatihan pembaTIK level 4.
Demikian sahabat cerita singkat saya. Barangkali sahabat ada yang sudah mengikuti GMT level 2? Boleh bagi pengalamannya di kolom komentar ya ...
Galeri dokumentasi foto pembelajaran berbasis TIK kelas VI SDN 001 Payung-Payung
Assalamualaikum Wr. Wb…
Hai sahabat…. Bagaimana cuaca di
tempat sahabat saat ini. Di Pulau Maratua sedang musim angin selatan. Laut
terlihat beriak karena angin sangat kencang. Apapun cuacanya semoga tetap bahagia ya…
Semoga sahabat tidak jemu ya melihat postingan ini yang saya awali dengan beberapa dokumentasi foto pembelajaran berbasis TIK di kelas saya. Sahabat...kali ini saya akan sedikit
membagikan pengalaman saya selama kurang lebih satu tahun ini dalam usaha
mengintegrasikan TIK ke dalam pembelajaran di kelas saya, terutama dengan
Portal Rumah Belajar. Satu tahun yang lalu saya baru berkenalan dengan Portal
Rumah Belajar. Saya langsung jatih cinta dengan portal ini. Kenapa? Karena
portal ini ibarat paket lengkap bagi guru. Dapat digunakan untuk media
pembelajaran, sekaligus sarana pengembangan diri yang efektif.
Konten dalam fitur Sumber
Belajar, Bank Soal, BSE, Peta Budaya, Edugame, dan augmented Reality dpat
digunakan untuk media pembelaaran. Sementara itu, fitur Blog Pena, Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan, Wahana Jelajah Angkasa dapat digunakan untuk sarana
pengembangan diri.
Selama satu tahun ini, saya telah
melakukan 4 praktik baik yang melibatkan Portal Rumah Belajar, diantaranya :
1.Praktik
Baik Blended Learning dengan Aplikasi Next Door Land. Dokumentasi video dapat dilihat di bawah ini :
2.Praktik
Baik Pembelajaran Kolaboratif dengan Konten MPI Sumber Belajar. Dokumentasi video dapat di lihat di bawah ini :
3.Praktik
Baik Discovery Learning Terintegrasi Rumah Belajar. Dokumentasi video ada di bawah ini :
4.Praktik
Baik Optimalisasi Chromebook untuk Pembelajaran Berdiferensiasi Kelas VI. Dokumentasi video ada di bawah ini :
Dalam pembaTIK level 4 akhirnya
saya dapat amanah untuk mendiseminasikan praktik baik yang sudah saya lakukan.
Saya telah mendiseminasikan ke bapak dan ibu guru di beberapa tempat
diantaranya :
1.SDN
001 Payung-Payung
2.SMAN 9 Berau
3.Webinar
SRB KOLAK JAMBU
4.Webinar
SRB KALTIM BERKOBAR
Saya berterimakasih kepada
pusdatinkemendikbudristek yang telah memberi kesempatan saya untuk masuk ke
level 4 pembaTIK. Saya juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu lancarnya kegiatan saya di level 4 ini.
Semoga apa yang saya lakukan
dapat memberi dampak positif dan kebermanfaatan yang luas. Aamiin
Dokumentasi dalam bentuk vlog
terkait apa yang saya bahas pada tulisan saya kali ini dapat dilihat pada video
berikut :
Bagaimana kabar sahabat semua….
Semoga kian baik dan selalu semangat ya… seperti semangat saya dalam acara
webinar SRB Kalimantan Timur BERKOBAR (Berkolaborasi). Malam itu 29 Oktober
2022, saya bersama 3 rekan SRB Kalimamtan Timur dan 1 SRB Bengkulu sepakat
mengadakan webinar dengan tema SRB KALTIM BERKOBAR.
Acara akan dimulai pada pukul
2.00 WITA. Tapi saya sudah berdebar-debar sejak sore harinya, akibat jaringan
yang tak juga muncul. Pada pukul 17.15 WITA saya memutuskan untuk keluar menuju
kantor kampung yang memiliki akses WIFI satelit. Sampai di sana saya melihat
ada puluhan orang yang sedang mengakses jaringan WIFI tersebut. Saya lihat ada
salah satu rekan sejawat saya yang menyapa. Lalu saya dekati beliau sambil
bertanya jawab tentang kondisi jaringan. Ternyata tidak hanya di Kampung tempat
saya tinggal yaitu Kampung Payung-Payung, namun di kampung Teluk Harapan yang
juga memiliki pemancar telkomsel sendiri saat itu tidak ada jaringan.
Wah…. Ini masalah buat saya. Saya
harus segera masuk ruang meet, namun jaringan WIFI sedang overload karena
berjubel pengguna. Jantung saya semakin berdebar saat mendekati pukul 20.00
WITA saya tetap tidak bisa masuk ke ruang meet.
Saya mencoba menghubungi rekan
saya namun gagal. Saya kirimi pesan WA, tak kunjung terkirim. Saya sudah mulai
putus asa. Sesaat kemudian salah satu perangkat kampung yang saya temui siang
sebelumnya datang dan membuka pintu kantor. Saya telah memiliki izin untuk
masuk ke dalam ruangan pada siang harinya. Kemudian saya menyapa Bapak Budi,
perangkat kampung tersebut, lalu saya meminta izin masuk. Saya pun masuk dan
duduk di lobi.
Ruang meet masih belum juga bisa
saya masuki. Sementara jam menunjukkan pukul 20.45. Saya mulai cemas. Memang
saya akan menyampaikan materi di akhir sesi, sekitar pukul 21.30. Namun akan
beda rasanya jika saya sudah standby di ruang meet sejak awal. Saya
dapat mengetahui kondisi berapa jumlah peserta yang hadir, bagaimana acara
dibawakan oleh moderator, dan bagaiman ritme penyampaian materi oleh narasumber
lain.
Saya pun tertunduk lesu. Beberapa
saat kemudian suasana lebih sepi. Tidak banyak lagi para pengguna WIFI di depan
ruangan. Saya pun mencoba untuk masuk kembali ke ruang meet. Dan alhamdulillah
bisa masuk. Saat itu sudah pukul 20.50.Namun tak lama kemudian saya terlempar dari ruang meet. Saya harus
mencoba berulang-ulang baru saya bisa kembali masuk di pukul 21.15.
Saat itu pemateri ketiga telah
selesai menyampaikan materi, kemudian tengah berlangsung sesi tanya jawab.
Artinya sesaat lagi giliran saya memaparkan materi saya. Dan… tiba saatnya saya
mendapatkan waktu untuk memaparkan materi. Saya agak grogi mengingat baru saja
saya berhasil masuk ruang meet setelah sekian lama merasakan deg-degan
yang bertubi-tubi. Apalagi saya hanya masuk menggunakan gawai. Sebelumnya saya
sudah mengirim materi saya ke salah satu rekan yang saya mintai tolong untuk
membagikan layarnya.
Saya mendapat waktu menyampaikan
materi 20 menit. Dalam 20 menit itu saya memaparkan materi yang slidenya
dipresentasikan oleh rekan saya. Alhasil, ada beberapa bagian saya terbata-bata
menyampaikan karena apa yang ingin saya sampaikan tidak sesuai dengan slide
yang ditampilkan. Namun saya mencoba untuk tetap tenang. Meski beberapa kali
saya mendapat konfirmasi suara saya tidak jelas dan putus-putus, saya tetap
berusaha sambal sedikit berteriak dan mendekatkan microphone headset saya ke
mulut dan menjelaskan materi.
Alhamdulillah saya selesai
menyampaikan materi dalam 15 menit. Ada satu pertanyaan yang kemudian
dilontarkan kepada saya. Karena saya tidak bisa berbagi layar, maka rekan saya
turut membantu menjawab.
Akhirnya masa-masa jantung
berdebar yang saya alami terlewati. Webinar selesai pada pukul 22.00 WITA.
Alhamdulillah saya mendapatkan rekan-rekan SRB yang sangat kolaboratif dalam
webinar ini diantaranya :
1.Herawati-
SRB Kalimantan Timur
2.Yudid
Wijaya – SRB Kalimantan Timur
3.Fitria
Satianagara – SRB Bengkulu
Saya ucapkan banyak terimakasih
kepada rekan SRB dan seluruh peserta yang dapat berpartisipasi dalam webinar
ini. Semoga mendapatkan manfaat dan dapat diterapkan dalam pembelajaran di
kelas.
Malam minggu sudah punya planing belum, besok mau jalan-jalan kemana? Atau berkumpul bersama keluarga di rumah saja? Dua-duanya adalah aktivitas yang dinanti setiap hari senin ya pastinya.
Sahabat pasti punya akun instagram kan... kali ini saya mencoba mengoptimalkan instagram dengan cara live tentang Pemanfaatan Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar. Ini bermula dari ajakan seorang rekan Sahabat Rumah Belajar (SRB) Kalimantan Timur 2022, beliau adalah Bapak Yudid Wijaya.
Kami membuat agenda live instagram pada pukul 17.00 WITA. Sebelumnya kami mencoba untuk live terlebih dahulu sambil melihat-lihat fitur live instagram. Dan ternyata tidak ada lagi fitur share foto. Padahal saya sudah menyiapkan materi melalui foto yang saya simpan di galeri HP. Akhirnya kami tetap akan live dengan share materi melalui cara manual yaitu membalik kamera dan menampilkan materi dari laptop yang direkam melalui kamera HP.
Live kami mulai pukul 17.05 WITA dan berakhir pukul 18.00 WITA. Kami membahas dua hal yaitu pemanfaatan Rumah Belajar dan PMM. Pak yudid yang terlebih dahulu memaparkan tentang pemanfaatan rumah belajar, kemudian disusul saya memaparkan tentang pemanfaatan PMM.
Rekaman live dapat dilihat melalui video berikut ini :